Rabu, 13 Juni 2012

INFORMASI OBAT YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT DESA SIRNAGALIH KECAMATAN CILAKU KABUPATEN CIANJUR


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kemajuan dalam ilmu kedokteran yang pesat, khususnya dalam bidang farmakologi menyebabkan banyak macam obat yang beredar di masyarakat, baik obat kimia maupun obat tradisional, baik yang di produksi dari dalam negri maupun yang dari luar negri. Namun hal ini juga terjadi karena semakin kompleksnya penyakit yang timbul atau diderita masyarakat pada saat ini baik bersifat psikis ataupun fisik. Sehingga menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhan obat-obat pada masyarakat.

1.2  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas akhir semester mata kuliah Farmakologi.
2.      Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa yang menunjang pada bidang keperawatan.
3.      Untuk memotivasi dan meningkatkan kreatifitas mahasiswa.
4.      Memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengenal lebih jauh tentang obat-obatan yang beredar didaerah masing-masing.

1.3  Sistematika Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
1.2     Tujuan Penulisan
1.3     Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1  Pengertian Obat
2.2 Sejarah Penemuan Obat
2.3 Penggolongan Obat
2.4 Prinsip Pemberian Obat
BAB III HASIL PENGUMPULAN BROSUR OBAT
3.1 Tabel 1
3.2 Tabel 2
3.3 Tabel 3
3.4 Tabel 4
BAB IV DISKUSI DAN PEMBAHASAN
4.1     Diskusi
4.2     Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT HIDUP























BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1 Pengertian Obat
2.1.1 Menurut Prof. Dr. Rudi Syarief Sumadilaga
Obat adalah suatu zat kimia yang mempengaruhi proses-proses hidup.
2.1.2 Menurut Dra. Arini Setiawati, PhD
Obat adalah setiap zat kimia yang dapat mempengaruhi proses-prose hidup.
2.1.3 Menurut Dr. Med. Ahmad Ramali
Obat adalah senyawa atau campuran senyawa untuk mengurangi gejala atau menyembuhkan penyakit.
2.1.4 Menurut Undang-undang No. 7 tahun 1963
Obat adalah obat yang dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari binatang, tumbuh-tumbuhan, mineral, dan obat sintetis.

2.2 Sejarah Penemuan Obat
Pada jaman pra-sejarah dalam upaya penemuan obat, manusia belajar dari tingkah laku binatang dan mencoba bahan alam, terutama tumbuhan dan mineral.
Penemuan obat diketahui dari peradaban Cina, Hindia, bangsa-bangsa sekitar laut tengah dan Amerika Selatan.

2.3 Penggolongan Obat
2.3.1 Penggolongan obat menurut Undang-undang
Obat dibagi menurut tingkat keamanannya menjadi beberapa kelompok. Kelompok-kelompok ini selanjutnya menentukan mudah sukarnya obat didapatkan di pasaran.
Ada lima kelompok obat berdasarkan keamanannya
a)      Kelompok obat bebas
Golongan obat ini dapat diperjualbelikan dengan bebas tanpa resep dokter dan dapat dibeli di apotek atau di toko-toko obat. Sebagai tanda obat bebas ini terdapat lingkaran hijau didalam linkaran hitam. Contohnya : Vitamin B1, Vitamin C, Termorek, dll.
b)      Kelompok obat bebas terbatas
Obat-obatan yang termasuk golongan ini dapat diperjualbelikan secara bebas dengan syarat dalam jumlah yang ditentukan dan disertai dengan peringatan. Tanda peringatan ditulis dalam huruf putih diatas kertas yang umumnya berwarna hitam. Contohnya : Tablet antimo, Vitamin E.
c)      Kelompok obat keras
Obat-obat golongan ini sangat berbahaya, menpunyai kerja sampingan yang sangat besar dan untuk mendapatkannya diperlukan resep dokter yang hanya dapat dibeli di apotek. Sebagai tanda obat keras pada pembungkusnya diberi tanda khusus, huruf `K` dengan latar belakang warna merah dan dalam lingkaran warna hitam. Contohnya : Antibiotik, obat-obat yang berpengaruh terhadap susunan saraf pusat seperti obat penenang, obat yang digunakan dalam rute injeksi.
d)     Kelompok obat narkotika
Obat narkotika ini mempunyai akibat yang sangat buruk, tidak hanya pada pemakainya tapi juga terhadap masyarakat disekitarnya. Untuk memperoleh obat narkotika harus dengan resep dokter dan diwajibkan melaporkan jumlah dan macamnya. Sebagai tanda obat narkotika diberi tanda khusus palang merah dengan latar belakang putih dan lingkaran warna merah. Contohnya : Morfin, Kokain, Kodein.
e)      Kelompok obat psikotropika
Obtat yang tergolong psikotropika ditetapkan dengan UU No. 5 tahun 1997 tentang psikotropika, yaitu zat atau obat baik dalam alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusatyang menyebabkan perubahan yang khas pada aktifitas mental dan prilaku. Contohnya : Diazepam, Nitrazepam, Triazolan, dll.
2.3.2 Penggolongan obat lain
Penggolongan obat lain dibagi beberapa kelompok, yaitu :
a)      Obat-obat Paten
Yaitu obat dengan nama dagang, nama pemberian pabrik yang membuat. Contohnya : Panadol, Mixagrip.
b)      Obat-obat Generik
Yaitu obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia dan INN, WHO untuk zat yang berkhasiat didalamnya. Contohnya : Allopurinol, Amoxicillin, ampisilina, Parasetamol, dll.
c)      Obat Tradisional
Berasal dari tumbuh-tumbuhan yang penggunaannya berdasarkan pengalaman. Contohnya : Berbagai macam jamu.

2.4 Prinsip Pemberian Obat
Perawat dalam memberikan obat harus tepat, hitungan yang tepat pada dosis yang diberikan sesuai resep dan selalu menggunakan prinsip 12 benar, yaitu :
1.      Benar klien
2.      Benar obat
3.      Benar dosis obat
4.      Benar waktu pemberian
5.      Benar cara pemberian (rute)
6.      Benar dokumentasi
7.      Benar pendidikan kesehatan perihal medikasi klien
8.      Hak klien untuk menolak
9.      Benar pengkajian
10.  Benar evaluasi
11.  Benar reaksi terhadap makanan
12.  Benar reaksi dengan obat lain















BAB III
HASIL PENGUMPULAN BROSUR OBAT

Dari hasil pengumpulan brosur obat diperoleh hasil sebagai berikut :

3.1 Tabel 1 (Nama Obat, No. Registrasi, Pabrik dan Golongan Obat)

No
Nama Obat
No. Reg.
Pabrik
Golongan
1
ADROME®
D7811468
PT. PERTIWI AGUNG
-
2
ALOFAR®
DKL9709207004A1
PT. IFARS
K
3
AMBROXOL
GKL1036702810A1
PT. Sejahtera Lestari Farma
K
4
AMOXICILLIN 500
GKL0506503604A1
PT. ERRITA PHARMA
K
5
ARTIMATIC
DKL9917107401A1
HOLI PHARMA
K
6
Asam Mefenamat® 500
GKL9830010709A1
PT. PHYTO KEMO AGUNG FARMA
K
7
BIDAXTAM®
DKL9631407104A1
PT. BIMA MITRA FARMA
K
8
BUFACORT - N
DKL7200914829A1
BUFA ANEKA
K
9
CAPTOPRIL
GKL9705023010A1
Dexa Medica
K
10
CEFADROXIL
GKL0012416301B1
Kimia Farma
K
11
CIMETIDINE
GKL0434003910A1
NOVAPHARIN
K
12
Ciprofloxacin
GKL9320916717A1
INDOFARMA
K
13
Clindamycin
GKL9720922101A1
INDOFARMA
K
14
DEXTEEM PLUS TABLET
DKL9306409410A1
PT.ERLIMPEX
K
15
dolo licobion®
DKL0010803808A1
BERLICO MULIA FARMA
K
16
ETABION
DBL9506500701A1
PT. ERRITA PHARMA
B
17
ETHAMBUTOL
GKL0112506617B1
Kimia Farma
K
18
FARSYCOL®
DKL8309200801A1
PT. IFARS
K
19
GITRI
DKL9817105533A1
HOLI PHARMA
K
20
Glibenclamide
GKL9520905004A1
INDOFARMA
K
21
GLUKOLOS®
DKL8722208010A1
PT. SANBE FARMA
K
22
Grafalin®
DKL9331103610A1
PT. GRAHA FARMA
K
23
Haloperidol
GKL8920905210A1
INDOFARMA
K
24
HEROCYN
DBL7804208424A1
PT. Coronet Crown
B
25
hufagripp® Forte
DTL9407803304A1
PT. Gratia Husada Farma
T
26
HUMAFAG® PLUS
DBL9007801510A1
PT. GRATIA HUSADA FARMA
B
27
METOCLOPRAMIDE
GKL0407115710A1
PT. FIRST MEDIPHARMA
K
28
Molason®
GKL9730905029A1
PT. MOLEX AYUS
K
29
MUCOS - S15®
DKL9815612937A1
PT. meprofarm
K
30
NEW-AS-TAR
D6016268
BUFA ANEKA

31
NOVAMOX
DKL0634006304A1
NOVAPHARIN
K
32
NOVAXICAM
DKL0334002201A1
NOVAPHARIN
K
33
ORPHEN®
DTL0233403004A1
SOLAS
T
34
OTTOPRIM®
DKL7818819310A1
PT. Otto Pharmaceutical Industries
K
35
PHENOXYMETHYL PENICILLIN 250
GKL9219913410A1
PT. Pharos Tbk.
K
36
PLANTACID FORTE®
DBL8511602633B1
PT. KALBE FARMA Tbk.
B
37
PYRAZINAMIDE
GKL8912511610A1
Kimia Farma
K
38
Ramolit®
DBL8728903923A1
PT. RAMA EMERALD MULTI SUKSES
B
39
Ramoxyl®
DKL8328900438A1
PT. RAMA EMERALD MULTI SUKSES
K
40
Ranacid®
DBL8528902110A1
PT. RAMA EMERALD MULTI SUKSES
B
41
RIFAMPICIN
GKL9112412509A1
Kimia Farma
K
42
SELVIM®
DKL0409214304A1
PT. IFARS
K
43
SIMVASTATIN 10
GKL0332709017A1
PT. YARINDO FARMATAMA
K
44
SOLDEXTAM®
DKL0033400704A1
SOLAS
K
45
SPASMAL®
DKL7220718510A1
Prafa
K
46
SPESIDAL
DKL9817109304A1
HOLI PHARMA
K
47
stavit®
DBL8918203617A1
NUFARINDO
B
48
TENSICAP
DKL9522208310C1
PT. SANBE FARMA
K
49
TEOSAL
DKL8805004810A1
Dexa Medica
K
50
TIALYSIN KALK
-
PT. Gratia Husada Farma
-
51
TIBIGON®
DKL0208507409A1
PT. HEXAPARM JAYA
K
52
TOLAK ANGIN®
-
SIDOMUNCUL
-
53
TRIFASTAN 500®
DKL9425802004A1
TRIFA
K
54
Trimol
DBL8525901204A1
PT. TRIMAN
B
55
VESPERUM®
DKL9909210510A1
PT. IFARS
K
56
Zinc
GTL0720934581A2
INDOFARMA
T
57
ZULTROP®
DKL9526002104B1
PT. TROPICA MAS
K


3.2 Tabel 2 (Nama Obat, Bentuk Sediaan, Kemasan dan Cara Penyimpanan)

No
Nama Obat
Bentuk Sediaan
Kemasan
Cara Penyimpanan
1
ADROME®
Tablet
Dus, 10 strip @10 tablet.
Pada suhu 15º-30ºC, tempat kering dan terlindung dari cahaya.
2
ALOFAR®
Kaplet
Dus, 10 strip @ 10 kaplet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC) dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari.
3
AMBROXOL
Tablet
Dus 10 strip @ 10 tablet.
Tempat sejuk (15º-25ºC), kering dan terlndung dari cahaya.
4
AMOXICILLIN
Kaplet
Dus, isi 10 strip @ 10 kaplet.
Tempat sejuk (15º-25ºC), kering dan terlindung dari cahaya.
5
ARTIMATIC
Kapsul
Dus 10 strip @ 10 kapsul.
Tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.
6
Asam Mefenamat® 500
Kaplet
Dus, 10 strip @ 10 kaplet.
Tempat kering pada suhu 15º-30ºC.
7
BIDAXTAM®
Kaplet
Dus, 30 strip @ 10 kaplet.
Tempat sejuk (15º-25ºC), kering dan terlindung dari cahaya.
8
BUFACORT - N
Krim
Dus, Tube berisi 5 gram.
Tempat sejuk (15º-25ºC), kering dan terlindung dari cahaya.
9
CAPTOPRIL
Tablet
Kotak, 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC), terlindung dari cahaya.
10
CEFADROXIL
Kapsul
Dus, 5 strip@ 10 kapsul.
Tempat sejuk dan kering serta terlidung dari cahaya.
11
CIMETIDINE
Tablet
Dus isi 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu 15º-30ºC.
12
Ciprofloxacin
Tablet salut selaput
Kotak, 5 blister @ 10 tablet salut selaput.
Tempat sejuk dan kering.
13
Clindamycin
Kapsul
Kotak, 5 blister @ 10 kapsul.
Tempat sejuk dan kering.
14
DEXTEEM PLUS TABLET
Tablet
Dos , 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu <30ºC, terlindung dari cahaya.
15
dolo licobion®
Kaplet
Dus, 10 strip @ 10 kaplet.
Tempat sejuk (25º-30ºC) dan kering.
16
ETABION
Kapsul
Dus, 10 strip @ 10 kapsul.
Tempat sejuk dan kering.
17
ETHAMBUTOL
Tablet salut selaput
Dus, 10 strip @ 10 tablet salut selaput.
Pada suhu kamar (<30ºC), terlindung dari cahaya.
18
FARSYCOL®
Kapsul
Dus, 10 strip @ 10 kapsul.
Pada suhu kamar (25º-30ºC) dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari.
19
GITRI
Suspensi
Botol 60 ml.
-
20
Glibenclamide
Kaptab
Botol @ 100 kaptab.
Pada suhu kamar (<30ºC) dan tempat kering.
21
GLUKOLOS®
Tablet
Dus, 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC).
22
Grafalin®
Tablet
Dus, 10 strip @ 10 tablet.
Tempat sejuk dan kering.
23
Haloperidol
Tablet
Kotak, 10 blister @ 10 tablet.
Tempat kering, sejuk, dan terhindar dari cahaya.
24
HEROCYN
Bedak
Kaleng  150 gram.
Tempat kering, sejuk, dan terhindar dari cahaya.
25
hufagripp Forte®
Kaplet
Dos isi 10 strip @ 10 kaplet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC), tertutup rapat dan diluar pengaruh cahaya.
26
HUMAFAG® PLUS
Tablet
Box, 10 strip @ 10 tablet.
Dalam wadah tertutup rapat.
27
METOCLOPRAMIDE
Tablet
Dus 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu 30± 2ºC.
28
Molason®
Krim
Dus, 1 tube netto 5 gram.
Tempat sejuk (15º-25ºC) dan kering dalam wadah tertutup rapat.
29
MUCOS - S15®
Sirup
Dus, botol 60 ml .
Pada suhu kamar (25º-30ºC), kering dan terlindung dari cahaya.
30
NEW-AS-TAR
Krim
Tube berisi 15 gram, net.
Tempat sejuk dengan tertutup baik.
31
NOVAMOX
Kaplet
Dus, 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC) dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari.
32
NOVAXICAM
Kapsul
Dus, 10 strip @ 10 kapsul.
Tempat sejuk (15º-25ºC) dan kering, terhindar dari cahaya.
33
ORPHEN®
Kaplet
Dus isi 20 strip @ 10 kaplet.
Wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.
34
OTTOPRIM®
Tablet
Box isi 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu <30ºC.
35
PHENOXYMETHYL PENICILLIN 250
Tablet
Dos berisi : 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu kamar (<30ºC), hindarkan dari cahaya dan kelembaban.
36
PLANTACID FORTE®
Suspensi
Botol isi 100 ml suspensi.
<30ºC.
37
PYRAZINAMIDE
Tablet
Dus, 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC), terlindung dari cahaya.
38
Ramolit®
Serbuk
Dus, berisi 25 sachet.
Pada suhu kamar (<30ºC).
39
Ramoxyl®
Syrup kering
Dus, isi 1 botol  60 ml.
Pada suhu kamar (25º-30ºC), terlindung dari cahaya.
40
Ranacid®
Tablet
Dus, 10 strip @10 tablet.
Tempat kering dan sejuk.
41
RIFAMPICIN
Tablet salut selaput
Dus, 10 strip @10 tablet salut selaput.
Pada suhu <30ºC.
42
SELVIM®
Kaplet
Dus, 5 strip @ 10 kaplet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC) dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari.
43
SIMVASTATIN 10
Tablet salut selaput
Dus, 3 strip @ 10 tablet salut selaput.
Tempat sejuk (15º-25ºC) dan kering, terlindung dari cahaya.
44
SOLDEXTAM®
Kaplet
Dus, 20 strip @ 10 kaplet.
Tempat sejuk dan kering.
45
SPASMAL®
Tablet
Box, 20 strip @ 10 tablet.
Tempat sejuk (15º-25ºC) dan kering.
46
SPESIDAL
Kaplet
Kotak, 10 strip @  10 kaplet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC) dan terlindung dari cahaya.
47
stavit®
Tablet
Dus, 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu kamar, terlindung dari cahaya.
48
TENSICAP®
Tablet
Dus, 5 strip @ 10 tablet
Pada suhu kamar (25º-30ºC)
49
TEOSAL
Tablet
Kotak, 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu < 30ºC, terlindung dari cahaya .
50
TIALYSIN KALK
Sirup
-
Tempat tertutup rapat, kering dan sejuk.
51
TIBIGON®
Kaplet salut selaput
Box @ 10 kaplet salut selaput.
Wadah tertutup baik, tempat kering pada suhu 15º-30ºC.
52
TOLAK ANGIN®
Sirup.
Dus, 10 sachet.
-
53
TRIFASTAN 500®
Kaplet
Dus isi 10 strip @ 10 kaplet.
Tempat sejuk (15º-25ºC).
54
Trimol
Kaplet
Dus, 10 strip @ 10 kaplet.
Tempat yang sejuk (15º-25ºC) dan kering, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya.
55
VESPERUM®
Tablet
Dus, 10 strip @ 10 tablet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC) dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari.
56
Zinc
Tablet dispersibel
Kotak, 10 strip @ 10 tablet dispersibel.
Tempat kering, <30ºC.
57
ZULTROP®
Kaplet
Dus, 3 strip @ 10 kaplet.
Pada suhu kamar (25º-30ºC), kering, dan terlindung dari cahaya.

1 komentar: